Monday, October 6, 2014

Kata-Kata Penutup

Okay...!!! Akhirnya ini mungkin menjadi pos terakhir saya tentang apa yang saya pelajari di KBK filsafat 2014. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang mengikuti, membaca dan mengomentari blok saya. Mohon maaf jika ada kesalahan berbahasa ataupun ketidakpuasan akan tulisan saya di blog ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Raja, Pak Carolus, Pak Mika dan Pak Bonar sebagai dosen pembimbing kami selama blok KBK filsafat, juga pembimbing tutorial kami Kak Melly Preston dan Kak Via serta teman-teman sekalian yang selalu mendukung dengan membaca blog ini. Sekian kata penutup dari saya. Terima kasih dan Tuhan memberkati kalian semua  :))
(ps: Owh ya, the singer of of my backsound is a special person for me, she is one of the best singer i ever knew hehehe...)



Soal dan Jawaban UAS KBK Filsafat Hari ini

Berikut adalah soal dan jawaban saya hari ini. Semoga membantu. Selamat membaca :)

1. Apakah yang dimaksud dengan etika, moral dan Etiket?
~ Etika--> berasal dari kata Ethos (Yunani) : watak atau kebiasaan atau akhlak baik.
   Ilmu yang mengajarkan tentang kebiasaan orang dan tentang hal baik.
~Moral-->berasal dari kata Mos (Latin) : memiliki arti sama dengan etika
   Bedanya moral lebih kepada perilaku yang dinilai
~Etiket-->lebih kepada tata cara perbuatan yang bertitik tolak pada pandangan orang lain.
  Jadi, orang dapat beretiket baik belum tentu hatinya sama dengan perbuatannya.

2. Sebutkan metode Filsafat manusia?
~metode kritis
~metode analitika bahasa
~metode fenomenologi
~metode metafis dan spiritual
~metode refleksi, analisa transendal dan sintesis

3. Jelaskan paham monisme dan dualisme dalam paham jiwa dan badan!
~Monisme: paham yang menyetujui bahwa jiwa dan tubuh adalah satu kesatuan dan saling terkait.
~Dualisme: paham yang menyetujui bahwa jiwa dan tubuh adalah dua hal yang berbeda dan tidak         terkait.

4. Jelaskan maksud dengan kebebasan horizontal dan vertikal berilah contohnya!
~Horizontal--> berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan dan hanya                                                  menggunakan pertimbangan intelektual.
*contoh: ketika seseorang membeli tas hanya karena terlihat bagus atau lucu tanpa                                              mempertimbangkan kegunaan atau harga benda itu.

~Vertikal--> pilihan menurut moral, pertimbangan tujuan dan tingkatan nilai.
*contoh: menggunakan uang jajan untuk keperluan sekolah yang penting, sedekah dan sisanya                          ditabung.

5. Jelaskan yang dimaksud dengan cinta akan diri, sesama dan Tuhan!
~Cinta akan diri sering dikaitkan dengan egoisme, padahal orang yang mampu mencintai dirinya dapat mencintai sesamanya dengan sepenuhnya. Jika kita mencintai Tuhan, kita tidak perlu menyembunyikan diri kita karena Tuhan tidak melawan kita untuk mencintai diri kita. Tuhan bersifat Transenden (melampaui kita) dan Imanen (Tuhan beserta kita). Jika kita mendekati dan mencintai sesama kita, maka kita semakin dekat kepada Tuhan.

6. Sebutkan kegiatan intelegensi dalam manusia!
~Presepsi,
~Apresiasi
~Insight

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan etos kerja!
~Menurut Usman Pelly, Etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri       dan didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja

8. Jelaskan tiga cara bereksistensi manusia terhadap hidup menurut Kierkegaard!
~Estetis-->mengambil sebanyak mungkin kenikmatan, dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat                   bebas.
~Etis-->sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya.
~Religius-->Karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah menceritakan diriNya pada                           manusia.

9. Sebutkan pokok-pokok malafide dalam pemikiran Paul Sartre!
~Pikiran, tubuh, emosi dan tatapan

10. Apa peran filsafat dalam ilmu psikologi?
~Peranan filsafat pada ilmu psikologi adalah sebagai dasar dari ilmu psikologi. Filsafat mengajarkan untuk berpikir kritis dan sistematis seperti yang dibutuhkan dalam ilu psikologi.
Wilhelm Wundt adalah pendiri laboratorium psikologi pertama yang juga adalah ketua bagian filsafat di Universitas Liepzig, Jerman. Ini adalah bukti bahwa filsafat berperan penting bagi ilmu psikologi.

Sekian jawaban saya untuk soal UAS hari ini, mungkin ada sedikit perbedaan dari jawaban asli saya. Sekian dan terima kasih telah membaca. :))


                                                                          Source: Soal UAS KBK Filsafat 2014
                                                                          Dikerjakan Tanggal: 7 October 2014

Filsafat Psikologi

Berikut yan saya pelajari hari ini tanggal 6 October 2014 :)

*Pada dasarnya semua ilmu penngetahuan masih berhubungan dengan filsafat.
Psikologi juga banyak berhubungan dengan Filsafat.

*Pada dasarnya jika kita ingin mengerti tentang segala bentuk dan aliran Psikologi, kita harus mengerti sejarah tentang psikologi yang akan selalu berhubungan dengan filsafat.

Contoh Tokoh-tokoh Psikologi yang ada hubungannya dengan Filsafat:

Wilhelm Wundt (1832-1920)
~Pendiri laboratorium psikologi pertama di Liepzig, Jerman
~Tetapi dia awalnya adalah ketua bagian Filsafat di Universitas Liepzig, Jerman
~Beliau juga pengembang aliran strukturalisme dalam psikologi

                                                                                      Source: Bahan pembelajaran di kelas

Sekian yang saya pelajari hari ini. Terima kasih telah membaca :)

Saturday, October 4, 2014

Eksistensialisme menurut Sartre

Berikut yang saya pelajari. Selamat membaca :)

Jean Paul Sartre--> lahir di Paris 1905
                          --> tawanan perang tahun1941
                          --> banyak menulis karya filsafat dan sastra yang dipengaruhi oleh Husserl dan                                           Heidegger.

Pemikiran Filsafat Sartre:
~Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia             berbeda dengan benda lain yang tidak mempunyai kesadaran.
~Beda dengan benda lain yang eksistensinya sekaligus esensinya, bagi manusia eksistensi                      mendahului esensi.
~Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai subjektivitas. Apapun makna     yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggung jawab.
~Tanggung jawab yang menjadi beban kita lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita    sendiri.

*Jika kebebasan manusia ditiadakan, maka manusia hanyalah sekedar esensi belaka.

Apa yang mengurangi kebebasan manusia?

~Tempat kita berada(situasi yang memberi kita struktur)
~Masa lalu (menjadikan kita yang sekarang)
~Lingkungan sekitar
~Kenyataan adanya sesama manusia dengan eksistensinya sendiri
~Maut(tidak bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti tiba)

Ketubuhan Manusia:
~Dalam eksistensi, kehadiran selalu menjelma sebagai wujud yang bertubuh. Tubuh mengukuhkan       kehadiran manusia.
~Tubuh sebagai pusat orientasi bukan hanya sebagai alat.

                                                                                    Source: ppt dan pembelajaran di kelas

Berikut yang saya pelajari tanggal 3 October 2014


Eksistensialisme menurut Kierkegaard

Berikut yang saya pelajari tentang Eksistensial menurut Kierkegaard. Selamat membaca ;)

Eksistensialisme-->Aliran filsafat tentang manusia dan cara beradanya yang khas di tengah mahluk                                     lainnya.
                           -->Ex(keluar), Sistentia/Sistere (berdiri)

Manusia bereksistensi-->Manusia baru menemukan diri sebagai 'aku' dengan keluar dari dirinya.

Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dengan seolah-olah keluar dari dirinya sendiri dan menyibukan diri dengan apa yang diluar dirinya.

Hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi tidak dapat disamakan dengan 'berada'. Pohon-pohon dan binatang berada, tetapi tidak bereksistensi.

*Tidak ada paham yang sama tentang eksistensialisme. Jadi, eksistensialisme merupakan gaya berfilsafat.

*Namun satu hal yang sama, filsafat harus bertitik tolak pada manusia konkrit. Manusia sebagi eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi.

Ciri-ciri Eksistensialisme:
~Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada.
~Bereksistensi harus diartikan secara dinamis.(berbuat, menjadi, merencanakan)
~Manusia dipandang terbuka, belum selesai. (manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya)

Soren Aabye Kierkegaard--> lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813
                                          --> meninggal 1855 sebagai orang religius
                                          --> dikenal sebagai bapa Eksistensialisme 50 tahun setelah meninggal

Pokok-pokok ajaran Kierkegaard:
~Dia bosan dengan pemikiran Hiegel yang melupakan eksistensi manusia individual dan konkret. Manusia tidak ada umumnya, yang ada manusia konkret.
~Yang 'ada' itu adalah manusia konkret yang semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan, manusia itu eksistensial.

3 cara bereksistensi:
~Estetis-->mengambil sebanyak mungkin kenikmatan, dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat                   bebas.
~Etis-->sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya.
~Religius-->karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah menceritakan diriNya pada                              manusia.

Manusia menjadi seperti yang dipercayainya
-Manusia tidak hanya bisa dilihat dari apa yang dipikirkannya tetapi juga dari apa yang dipercayainya

Waktu dan Keabadian

Setiap orang adalah campuran dari ketakterhinggaan dan keterhinggaan.
Manusia adalah gerak menuju Allah, tapi juga terpisah/terasing dari Allah
Manusia hidup dalam 2 dimensi sekaligus yaitu: keabadian dan waktu. Dan kedua dimensi tersebut bertemu dalam 'saat'. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan.

Subyektivitas dan Eksistensi sebagai tugas
*Eksistensi manusia bukan sekedar suatu fakta,tapi adalah tugas yang harus dijalani dan dihayati sebagai suatu yang etis dan religius. Eksistensi sebagai tugas juga disertai oleh tanggung jawab.

Publik dan Individu
-Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas. Publik menjadi berbahaya bila itu       dianggap nyata.
-Orang sering berusaha menggabungkan diri dalam kelompok, ini adalah bukti orang itu tidak berani   tampil sendiri secara berarti.

                                                                               Source: Power point dan pembelajaran di kelas.
Sekian yang saya pelajari. 3 October 2014





Friday, September 26, 2014

Pertemuan VIII

Berikut rangkuman yang saya pelajari. Selamat membaca :)

Manusia dan Afektivitasnya

Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia

-Afektivitas membuat manusia dapat mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
-Manusia dan tumbuhan berbeda karena manusia memiliki afektivitas.
-Afektifitas berputar pada 2 kutub yang bertentangan, yaitu:
  *mengarah pada objek karena menyukainya atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk.
Cinta--> buah afektivitas positif     Benci-->buah afektivitas negatif
~Sebenarnya cintalah yang paling dasariah

Cinta Utilitaris/bermanfaat--> terhadap obyek yang dianggap berguna, Subyek mencintainya

*"Perasaan" dan "Emosi" yang dapat membedakan bagaimana sifat Subjek dapat ditentukan secara afektif oleh obyeknya.

-->Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek. Keadaan yang berbeda-beda ini disebut 'hasrat jiwa' (Thomas Aquinas)

-->Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yang disebut 'suasana hati'. Orang bisa bersuasana hati baik, bila semua kemampuan bekerja dengan baik

Apa yang bukan perbuatan Afektif?

~Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan. Cinta mendahului perbuatan-perbuatan.

~Kerap afektivitas disamakan dengan merasa. Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut rasa tetapi juga menyangkut hal yang spiritual.

Apa yang merupakan perbuatan Afektif?

~Hidup afektif/afektivitas--> seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.

~Perbuatan afektif sedikit mirip dengan 'perbuatan mengenal' karena dianggap perbuatan vital/imanen. Tetapi perbuatan afektivitas dan perbuatan 'mengenal' tetaplah berbeda.

Kondisi Afektivitas manusia:

*agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara S dan O

*Saya hidup dibawah 'cara afektif' kesenangan, bila saya sungguh bersatu dalam perasaan dan pikiran dengan apa yang baik bagi saya

Kesenangan--> perasaan yang dialami subjek bila dia berada di keadaan yang lebih baik

Catatan tentang Cinta akan diri sendiri, sesama dan Tuhan:

~Orang bilang bahwa orang yang mencintai dirinya adalah egois. Tetapi cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.

~Egoisme menolak segala perhatian otentik pada orang lain. Orang egois hanya mengambil untung dari apa saja.

~Saat kita mencintai Tuhan, kita tidak perlu mengasingkan diri. Tuhan tidak melarang kita untunk merawat diri kita sendiri. Tuhan itu Transenden(melampaui kita) dan Imanen (Tuhan beserta kita).

St. Augustinus : Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Ia adalah dasar manusia dapat saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, makin saya mendekati Tuhan.


Kebebasan

Jiwa dan Kebebasan

~Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya.

~Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas.

~Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas.

*Lingkungan adalah yang sangat mempengaruhi seseorang.

~Kebebasan itu mendasar bagi manusia.

"Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan." Erich Fromm, The Fear of Freedom 1960

Pandangan Determinisme--> menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia.
--> Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lain.

-Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik
-Determinisme fisik-biologis
-Determinisme psikologis
-Determinisme sosial
-Determinisme teologis

Kelemahan Determinisme:
-Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
-Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
-Meniadakan adanya tanggung jawab(karena tidak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan)

Apa argumen kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia?
-->Manusia hidup dalam "kemungkinan dapat" atau berhadapan dengan pilihan berbeda bobot

-->Adanya tanggung jawab(bagaimana kehidupan berjalan teratur tanpa adanya tanggung jawab?)

-->Makna perbuatan moral ada pada kebebasan.
"Hanya mereka yang mempunyai kebebasan yang bisa melakukan moral"- Immanuel Kant

Kebebasan--> Pengertian Umum: tidak ada hambatan atau paksaan.
                 --> Pengertian Khusus/kebebasan eksistensial
                     ~Hidup manusia layaknya proses untuk menjadi lebih baik.-Whitehead
                     ~Kesanggupan memilih dan memutuskan
                     ~Manusia mampu mengungkap berbagai dimensi kemanusiaan

Jenis-jenis kebebasan:
~Kebebasan Horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan)
  Kebebasan Vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)

~Kebebasan Eksistensial(kebebasan positif, lambang martabat manusia)
  Kebebasan Sosial (terkait dengan orang lain)

~Nilai Humanistik dalam kebebasan eksistensial
 -melibatkan pertimbangan
 -mengedepankan nilai kebaikan
 -menghidupkan nilai otonomi
 -menyertakan tanggung jawab

*Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif

4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
~menyertakan pengertian
~memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
~menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
~terkait dengan hakikat manusia sebagai mahluk sosial

                                                                                 Source: ppt dan bahan pembelajaran di kelas

Sekian yang saya pelajari tanggal 26 September 2014