Berikut yang saya pelajari tentang Eksistensial menurut Kierkegaard. Selamat membaca ;)
Eksistensialisme-->Aliran filsafat tentang manusia dan cara beradanya yang khas di tengah mahluk lainnya.
-->Ex(keluar), Sistentia/Sistere (berdiri)
Manusia bereksistensi-->Manusia baru menemukan diri sebagai 'aku' dengan keluar dari dirinya.
Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dengan seolah-olah keluar dari dirinya sendiri dan menyibukan diri dengan apa yang diluar dirinya.
Hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi tidak dapat disamakan dengan 'berada'. Pohon-pohon dan binatang berada, tetapi tidak bereksistensi.
*Tidak ada paham yang sama tentang eksistensialisme. Jadi, eksistensialisme merupakan gaya berfilsafat.
*Namun satu hal yang sama, filsafat harus bertitik tolak pada manusia konkrit. Manusia sebagi eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi.
Ciri-ciri Eksistensialisme:
~Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada.
~Bereksistensi harus diartikan secara dinamis.(berbuat, menjadi, merencanakan)
~Manusia dipandang terbuka, belum selesai. (manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya)
Soren Aabye Kierkegaard--> lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813
--> meninggal 1855 sebagai orang religius
--> dikenal sebagai bapa Eksistensialisme 50 tahun setelah meninggal
Pokok-pokok ajaran Kierkegaard:
~Dia bosan dengan pemikiran Hiegel yang melupakan eksistensi manusia individual dan konkret. Manusia tidak ada umumnya, yang ada manusia konkret.
~Yang 'ada' itu adalah manusia konkret yang semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan, manusia itu eksistensial.
3 cara bereksistensi:
~Estetis-->mengambil sebanyak mungkin kenikmatan, dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat bebas.
~Etis-->sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya.
~Religius-->karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah menceritakan diriNya pada manusia.
Manusia menjadi seperti yang dipercayainya
-Manusia tidak hanya bisa dilihat dari apa yang dipikirkannya tetapi juga dari apa yang dipercayainya
Waktu dan Keabadian
Setiap orang adalah campuran dari ketakterhinggaan dan keterhinggaan.
Manusia adalah gerak menuju Allah, tapi juga terpisah/terasing dari Allah
Manusia hidup dalam 2 dimensi sekaligus yaitu: keabadian dan waktu. Dan kedua dimensi tersebut bertemu dalam 'saat'. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan.
Subyektivitas dan Eksistensi sebagai tugas
*Eksistensi manusia bukan sekedar suatu fakta,tapi adalah tugas yang harus dijalani dan dihayati sebagai suatu yang etis dan religius. Eksistensi sebagai tugas juga disertai oleh tanggung jawab.
Publik dan Individu
-Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas. Publik menjadi berbahaya bila itu dianggap nyata.
-Orang sering berusaha menggabungkan diri dalam kelompok, ini adalah bukti orang itu tidak berani tampil sendiri secara berarti.
Source: Power point dan pembelajaran di kelas.
Sekian yang saya pelajari. 3 October 2014
No comments:
Post a Comment