Epistemologi
Epistemologi--> episteme(pengetahuan) + logos(ilmu)
Filsafat berkaitan dengan sifat, karakter, dan jenis pengetahuan.
Epsitemologi-> bagaimana kebenaran, bagaimana sampai kepada kebenaran.
Pengetahuan adalah dari akal dan panca indera.
Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan:
~Metode empirisme (dimana kita memperoleh pengetahuan melalui pengalaman)
~Metode Rasionalisme (memperoleh pengetahuan berdasarkan akal budi)
~Metode Fenomenalisme (memperoleh pengetahuan dari gejala-gejala pada pengalaman)
~Metode Intuisionisme (memperoleh pengetahuan menggunakan intuisi)
Secara Kritis->mempertanyakan/menguji cara kerja, pendekatan, bagaimana menyimpulkan dan mempertanggungjawabkan.
Secara Normatif-> tolak ukurnya berdasarkan apa.
Secara evaluatif->Menilai apakah suatu pendapat dapat di pertangungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.
Dasar sumber pengetahuan adalah pengalaman, memory, penegasan observasi dan minat/ rasa ingin tahu.
Struktur Ilmu Pengetahuan
~Kesadaran sebagai subjek (S)-> berperan sebagai yang mengetahui atau menyadari
~Objek(O) berperan sebagai yang disadari atau diketahui
~hubungan antara (S) dan (O) yang menjadi pengetahuan.
(S) pengamat pemikir <====> (O) sesuatu yang menampilkan karakteristik
V
Pengetahuan
Teori Kebenaran:
~Korespondensi-> Subjek yakin kalau Objek sesuai kebenaran
~Koherensi-> Kesesuaian pendapat dari beberapa Subjek tentang Objek
~Pragmatik->Kebenaran terjadi karena sesuatu memiliki kegunaan
~Konsensus-> Ada kesepakatan yang disertai alasan tertentu
~Semantik->Terjadi jika mengetahui tepat tentang arti kata
Kebenaran
"Meskipun kebenaran itu mahal harganya, saya akan tetap menegakkannya." ungkapan yang biasa kita dengar inilah yang menyatakan bahwa kebenaran itu sangatlah penting.
Setiap pernyataan kita memberikan nilai benar/salah. Pernyataan bisa dibilang benar karena faktanya, juga dinilai benar/salah melalui sistemnya juga.
Sebaliknya Konsep hanya bisa dinilai jelas atau tidak, presepsi juga. Orangnya yang mempresepsi yang bisa di salah/benar kan.
Kebenaran terkait dengan kesesuaian akan kenyataan. Kenyataan menjadi suatu ukuran penentuan penilaian. - Aletheia
Plato-> Jika kita tidak memahami sesuatu, kita tidak dapat mengerti. Saat kita mengerti, barulah kita tahu kebenaran.
Aristoteles-> lebih menegaskan kualitas dari pernyataan. Kebenaran bukan tergantung pada obyek tetapi pada subyek. Kebenaran adalah kesesuaian antara Subyek dan Obyek.
Positivisme Logis--> faktual (dapat diamati oleh indrawi) sifatnya tidak mutlak.
--> nalar (tautologis, pengulangan gagasan dan tidak menambahkan pengetahuan) sifatnya mutlak dan tidak niscaya
Thomas Aquinas
~Ontologis(veritas ontologica) jika ada kemungkinan untuk diketahui maka itu adalah kebenaran.
~Logis(veritas logic) selama ada kesesuaian antara akal dan fakta maka itu adalah kebenaran.
Kedudukan kebenaran
~Platonis->Objek yang mengetahui ~Aristotelian->Subyek yang mengetahui
Kaum Eksistensial--> Kebenaran adalah apa yang secara pribadi berharga bagi Subjek
Kebenaran Ilmiah--> bersifat eksternal, kebenaran didapat dari metode ilmiah
Kebenaran adalah relasi antara subyek yang mengetahui dan obyek yang diketahui
Kebenaran sebagai tersingkapnya kenyataan sebagaimana adanya.
Kekeliruan--> menerima benar apa yang salah atau menyalahkan apa yang benar.
--> tindakan kognitif subjek, kesalahan adalah hasil dari tindakan keliru
--> akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti atau menganggap buti tidak cukup
--> gegabah, maka terjadi kekeliruan
Faktor-faktor:
~sikap terburu-buru
~sikap takut salah yang keterlaluan / terlalu gegabah dalam melangkah
~kerancuan karena emosi atau frustasi
~prasangka yang bias-bias
~keliru dalam penalaran atau tidak mengetahui aturan logika
Sekian rangkuman dari saya....
Source:Bahan pelajaran di kelas dan Buku Pembelajaran Filsafat
No comments:
Post a Comment