Monday, October 6, 2014

Kata-Kata Penutup

Okay...!!! Akhirnya ini mungkin menjadi pos terakhir saya tentang apa yang saya pelajari di KBK filsafat 2014. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang mengikuti, membaca dan mengomentari blok saya. Mohon maaf jika ada kesalahan berbahasa ataupun ketidakpuasan akan tulisan saya di blog ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Raja, Pak Carolus, Pak Mika dan Pak Bonar sebagai dosen pembimbing kami selama blok KBK filsafat, juga pembimbing tutorial kami Kak Melly Preston dan Kak Via serta teman-teman sekalian yang selalu mendukung dengan membaca blog ini. Sekian kata penutup dari saya. Terima kasih dan Tuhan memberkati kalian semua  :))
(ps: Owh ya, the singer of of my backsound is a special person for me, she is one of the best singer i ever knew hehehe...)



Soal dan Jawaban UAS KBK Filsafat Hari ini

Berikut adalah soal dan jawaban saya hari ini. Semoga membantu. Selamat membaca :)

1. Apakah yang dimaksud dengan etika, moral dan Etiket?
~ Etika--> berasal dari kata Ethos (Yunani) : watak atau kebiasaan atau akhlak baik.
   Ilmu yang mengajarkan tentang kebiasaan orang dan tentang hal baik.
~Moral-->berasal dari kata Mos (Latin) : memiliki arti sama dengan etika
   Bedanya moral lebih kepada perilaku yang dinilai
~Etiket-->lebih kepada tata cara perbuatan yang bertitik tolak pada pandangan orang lain.
  Jadi, orang dapat beretiket baik belum tentu hatinya sama dengan perbuatannya.

2. Sebutkan metode Filsafat manusia?
~metode kritis
~metode analitika bahasa
~metode fenomenologi
~metode metafis dan spiritual
~metode refleksi, analisa transendal dan sintesis

3. Jelaskan paham monisme dan dualisme dalam paham jiwa dan badan!
~Monisme: paham yang menyetujui bahwa jiwa dan tubuh adalah satu kesatuan dan saling terkait.
~Dualisme: paham yang menyetujui bahwa jiwa dan tubuh adalah dua hal yang berbeda dan tidak         terkait.

4. Jelaskan maksud dengan kebebasan horizontal dan vertikal berilah contohnya!
~Horizontal--> berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan dan hanya                                                  menggunakan pertimbangan intelektual.
*contoh: ketika seseorang membeli tas hanya karena terlihat bagus atau lucu tanpa                                              mempertimbangkan kegunaan atau harga benda itu.

~Vertikal--> pilihan menurut moral, pertimbangan tujuan dan tingkatan nilai.
*contoh: menggunakan uang jajan untuk keperluan sekolah yang penting, sedekah dan sisanya                          ditabung.

5. Jelaskan yang dimaksud dengan cinta akan diri, sesama dan Tuhan!
~Cinta akan diri sering dikaitkan dengan egoisme, padahal orang yang mampu mencintai dirinya dapat mencintai sesamanya dengan sepenuhnya. Jika kita mencintai Tuhan, kita tidak perlu menyembunyikan diri kita karena Tuhan tidak melawan kita untuk mencintai diri kita. Tuhan bersifat Transenden (melampaui kita) dan Imanen (Tuhan beserta kita). Jika kita mendekati dan mencintai sesama kita, maka kita semakin dekat kepada Tuhan.

6. Sebutkan kegiatan intelegensi dalam manusia!
~Presepsi,
~Apresiasi
~Insight

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan etos kerja!
~Menurut Usman Pelly, Etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri       dan didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap kerja

8. Jelaskan tiga cara bereksistensi manusia terhadap hidup menurut Kierkegaard!
~Estetis-->mengambil sebanyak mungkin kenikmatan, dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat                   bebas.
~Etis-->sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya.
~Religius-->Karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah menceritakan diriNya pada                           manusia.

9. Sebutkan pokok-pokok malafide dalam pemikiran Paul Sartre!
~Pikiran, tubuh, emosi dan tatapan

10. Apa peran filsafat dalam ilmu psikologi?
~Peranan filsafat pada ilmu psikologi adalah sebagai dasar dari ilmu psikologi. Filsafat mengajarkan untuk berpikir kritis dan sistematis seperti yang dibutuhkan dalam ilu psikologi.
Wilhelm Wundt adalah pendiri laboratorium psikologi pertama yang juga adalah ketua bagian filsafat di Universitas Liepzig, Jerman. Ini adalah bukti bahwa filsafat berperan penting bagi ilmu psikologi.

Sekian jawaban saya untuk soal UAS hari ini, mungkin ada sedikit perbedaan dari jawaban asli saya. Sekian dan terima kasih telah membaca. :))


                                                                          Source: Soal UAS KBK Filsafat 2014
                                                                          Dikerjakan Tanggal: 7 October 2014

Filsafat Psikologi

Berikut yan saya pelajari hari ini tanggal 6 October 2014 :)

*Pada dasarnya semua ilmu penngetahuan masih berhubungan dengan filsafat.
Psikologi juga banyak berhubungan dengan Filsafat.

*Pada dasarnya jika kita ingin mengerti tentang segala bentuk dan aliran Psikologi, kita harus mengerti sejarah tentang psikologi yang akan selalu berhubungan dengan filsafat.

Contoh Tokoh-tokoh Psikologi yang ada hubungannya dengan Filsafat:

Wilhelm Wundt (1832-1920)
~Pendiri laboratorium psikologi pertama di Liepzig, Jerman
~Tetapi dia awalnya adalah ketua bagian Filsafat di Universitas Liepzig, Jerman
~Beliau juga pengembang aliran strukturalisme dalam psikologi

                                                                                      Source: Bahan pembelajaran di kelas

Sekian yang saya pelajari hari ini. Terima kasih telah membaca :)

Saturday, October 4, 2014

Eksistensialisme menurut Sartre

Berikut yang saya pelajari. Selamat membaca :)

Jean Paul Sartre--> lahir di Paris 1905
                          --> tawanan perang tahun1941
                          --> banyak menulis karya filsafat dan sastra yang dipengaruhi oleh Husserl dan                                           Heidegger.

Pemikiran Filsafat Sartre:
~Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia             berbeda dengan benda lain yang tidak mempunyai kesadaran.
~Beda dengan benda lain yang eksistensinya sekaligus esensinya, bagi manusia eksistensi                      mendahului esensi.
~Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai subjektivitas. Apapun makna     yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggung jawab.
~Tanggung jawab yang menjadi beban kita lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita    sendiri.

*Jika kebebasan manusia ditiadakan, maka manusia hanyalah sekedar esensi belaka.

Apa yang mengurangi kebebasan manusia?

~Tempat kita berada(situasi yang memberi kita struktur)
~Masa lalu (menjadikan kita yang sekarang)
~Lingkungan sekitar
~Kenyataan adanya sesama manusia dengan eksistensinya sendiri
~Maut(tidak bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti tiba)

Ketubuhan Manusia:
~Dalam eksistensi, kehadiran selalu menjelma sebagai wujud yang bertubuh. Tubuh mengukuhkan       kehadiran manusia.
~Tubuh sebagai pusat orientasi bukan hanya sebagai alat.

                                                                                    Source: ppt dan pembelajaran di kelas

Berikut yang saya pelajari tanggal 3 October 2014


Eksistensialisme menurut Kierkegaard

Berikut yang saya pelajari tentang Eksistensial menurut Kierkegaard. Selamat membaca ;)

Eksistensialisme-->Aliran filsafat tentang manusia dan cara beradanya yang khas di tengah mahluk                                     lainnya.
                           -->Ex(keluar), Sistentia/Sistere (berdiri)

Manusia bereksistensi-->Manusia baru menemukan diri sebagai 'aku' dengan keluar dari dirinya.

Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dengan seolah-olah keluar dari dirinya sendiri dan menyibukan diri dengan apa yang diluar dirinya.

Hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi tidak dapat disamakan dengan 'berada'. Pohon-pohon dan binatang berada, tetapi tidak bereksistensi.

*Tidak ada paham yang sama tentang eksistensialisme. Jadi, eksistensialisme merupakan gaya berfilsafat.

*Namun satu hal yang sama, filsafat harus bertitik tolak pada manusia konkrit. Manusia sebagi eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi.

Ciri-ciri Eksistensialisme:
~Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada.
~Bereksistensi harus diartikan secara dinamis.(berbuat, menjadi, merencanakan)
~Manusia dipandang terbuka, belum selesai. (manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya)

Soren Aabye Kierkegaard--> lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813
                                          --> meninggal 1855 sebagai orang religius
                                          --> dikenal sebagai bapa Eksistensialisme 50 tahun setelah meninggal

Pokok-pokok ajaran Kierkegaard:
~Dia bosan dengan pemikiran Hiegel yang melupakan eksistensi manusia individual dan konkret. Manusia tidak ada umumnya, yang ada manusia konkret.
~Yang 'ada' itu adalah manusia konkret yang semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan, manusia itu eksistensial.

3 cara bereksistensi:
~Estetis-->mengambil sebanyak mungkin kenikmatan, dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat                   bebas.
~Etis-->sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya.
~Religius-->karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah menceritakan diriNya pada                              manusia.

Manusia menjadi seperti yang dipercayainya
-Manusia tidak hanya bisa dilihat dari apa yang dipikirkannya tetapi juga dari apa yang dipercayainya

Waktu dan Keabadian

Setiap orang adalah campuran dari ketakterhinggaan dan keterhinggaan.
Manusia adalah gerak menuju Allah, tapi juga terpisah/terasing dari Allah
Manusia hidup dalam 2 dimensi sekaligus yaitu: keabadian dan waktu. Dan kedua dimensi tersebut bertemu dalam 'saat'. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan.

Subyektivitas dan Eksistensi sebagai tugas
*Eksistensi manusia bukan sekedar suatu fakta,tapi adalah tugas yang harus dijalani dan dihayati sebagai suatu yang etis dan religius. Eksistensi sebagai tugas juga disertai oleh tanggung jawab.

Publik dan Individu
-Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas. Publik menjadi berbahaya bila itu       dianggap nyata.
-Orang sering berusaha menggabungkan diri dalam kelompok, ini adalah bukti orang itu tidak berani   tampil sendiri secara berarti.

                                                                               Source: Power point dan pembelajaran di kelas.
Sekian yang saya pelajari. 3 October 2014





Friday, September 26, 2014

Pertemuan VIII

Berikut rangkuman yang saya pelajari. Selamat membaca :)

Manusia dan Afektivitasnya

Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia

-Afektivitas membuat manusia dapat mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
-Manusia dan tumbuhan berbeda karena manusia memiliki afektivitas.
-Afektifitas berputar pada 2 kutub yang bertentangan, yaitu:
  *mengarah pada objek karena menyukainya atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk.
Cinta--> buah afektivitas positif     Benci-->buah afektivitas negatif
~Sebenarnya cintalah yang paling dasariah

Cinta Utilitaris/bermanfaat--> terhadap obyek yang dianggap berguna, Subyek mencintainya

*"Perasaan" dan "Emosi" yang dapat membedakan bagaimana sifat Subjek dapat ditentukan secara afektif oleh obyeknya.

-->Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek. Keadaan yang berbeda-beda ini disebut 'hasrat jiwa' (Thomas Aquinas)

-->Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yang disebut 'suasana hati'. Orang bisa bersuasana hati baik, bila semua kemampuan bekerja dengan baik

Apa yang bukan perbuatan Afektif?

~Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan. Cinta mendahului perbuatan-perbuatan.

~Kerap afektivitas disamakan dengan merasa. Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut rasa tetapi juga menyangkut hal yang spiritual.

Apa yang merupakan perbuatan Afektif?

~Hidup afektif/afektivitas--> seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.

~Perbuatan afektif sedikit mirip dengan 'perbuatan mengenal' karena dianggap perbuatan vital/imanen. Tetapi perbuatan afektivitas dan perbuatan 'mengenal' tetaplah berbeda.

Kondisi Afektivitas manusia:

*agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara S dan O

*Saya hidup dibawah 'cara afektif' kesenangan, bila saya sungguh bersatu dalam perasaan dan pikiran dengan apa yang baik bagi saya

Kesenangan--> perasaan yang dialami subjek bila dia berada di keadaan yang lebih baik

Catatan tentang Cinta akan diri sendiri, sesama dan Tuhan:

~Orang bilang bahwa orang yang mencintai dirinya adalah egois. Tetapi cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.

~Egoisme menolak segala perhatian otentik pada orang lain. Orang egois hanya mengambil untung dari apa saja.

~Saat kita mencintai Tuhan, kita tidak perlu mengasingkan diri. Tuhan tidak melarang kita untunk merawat diri kita sendiri. Tuhan itu Transenden(melampaui kita) dan Imanen (Tuhan beserta kita).

St. Augustinus : Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Ia adalah dasar manusia dapat saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, makin saya mendekati Tuhan.


Kebebasan

Jiwa dan Kebebasan

~Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya.

~Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas.

~Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas.

*Lingkungan adalah yang sangat mempengaruhi seseorang.

~Kebebasan itu mendasar bagi manusia.

"Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan." Erich Fromm, The Fear of Freedom 1960

Pandangan Determinisme--> menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia.
--> Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lain.

-Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik
-Determinisme fisik-biologis
-Determinisme psikologis
-Determinisme sosial
-Determinisme teologis

Kelemahan Determinisme:
-Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
-Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
-Meniadakan adanya tanggung jawab(karena tidak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan)

Apa argumen kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia?
-->Manusia hidup dalam "kemungkinan dapat" atau berhadapan dengan pilihan berbeda bobot

-->Adanya tanggung jawab(bagaimana kehidupan berjalan teratur tanpa adanya tanggung jawab?)

-->Makna perbuatan moral ada pada kebebasan.
"Hanya mereka yang mempunyai kebebasan yang bisa melakukan moral"- Immanuel Kant

Kebebasan--> Pengertian Umum: tidak ada hambatan atau paksaan.
                 --> Pengertian Khusus/kebebasan eksistensial
                     ~Hidup manusia layaknya proses untuk menjadi lebih baik.-Whitehead
                     ~Kesanggupan memilih dan memutuskan
                     ~Manusia mampu mengungkap berbagai dimensi kemanusiaan

Jenis-jenis kebebasan:
~Kebebasan Horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan)
  Kebebasan Vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)

~Kebebasan Eksistensial(kebebasan positif, lambang martabat manusia)
  Kebebasan Sosial (terkait dengan orang lain)

~Nilai Humanistik dalam kebebasan eksistensial
 -melibatkan pertimbangan
 -mengedepankan nilai kebaikan
 -menghidupkan nilai otonomi
 -menyertakan tanggung jawab

*Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif

4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
~menyertakan pengertian
~memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
~menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
~terkait dengan hakikat manusia sebagai mahluk sosial

                                                                                 Source: ppt dan bahan pembelajaran di kelas

Sekian yang saya pelajari tanggal 26 September 2014




Thursday, September 25, 2014

Imajinatif Dialog

Imajinatif Dialog antara Jiwa dan Tubuh
Disusun oleh kelompok Belajar Berfilsafat Bersama(BBB)

Tubuh: Jiwa apakah kamu tahu siapa yang terhebat diantara kita??
Jiwa: Mmmhhhhh…
Tubuh: Marilah kita beradu hebat?
Jiwa: okay..
Tubuh: Apakah kamu dapat jalan??
Jiwa: ngak..
Tubuh: Bisa loncat?
Jiwa: ngak..
Tubuh: Bisa main basket??
Jiwa: ngak juga… mmmhhhh
Tubuh: Kalau nafas, nonton, naik motor atau mijit???
Jiwa: ngak bisa juga..
Tubuh: Kalau kamu ngak bisa apa-apa… Berarti aku lebih hebat donk???
Jiwa: Kalau ngak ada aku, memang kamu bisa hidup atau gerak??
Tubuh: mmmhhhh.. kyknya  ngak..
Jiwa:Kita ini satu kesatuan, ngak ada aku kamu ngak bisa gerak. Tidak ada kamu, aku juga ngak bisa apa-apa.  Jadi kita bisa jadi hebat kalau kita sama-sama doank. Hahaha..
Tubuh: OOO …  begitu ternyata. Thank you Jiwa… J



Pertemuan VII

Berikut yang saya pelajari pada pertemuan VII  tgl 25 September 2014. Selamat membaca :)

Filsafat Manusia : Jiwa Dan Badan

Manusia tetap lah misteri walaupun dia membuka dirinya.
Manusia juga dapat dilihat dari banyak aspek termaksud jiwa dan badan.

Badan Dan Jiwa --> satu kesatuan uang membentuk keit ujan pribadi Manusia.

Monisme ~ menolak pandangan bahwa badan Dan jiwa merupakan 2 unsur terpisah.

3 bentuk aliran Monisme:

*Materialisme--> Materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme)
                       --> Jiwa tidak punya eksistensi sendiri, Jiwa bersumber dari materi.

*Teori Identitas--> menekankan hal berbeda dari materialisme, tapi mengakui aktivitas mental manusia.

*Idealisme--> ada hal yang tidak dapat diterangkan berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai Dan makna.
                 --> Rene Descartes (Cogito Ergo Sum) menjadi peletak dasar Idealisme.


Dualisme ~ badan Dan Jiwa adalah 2 elemen yang berbeda Dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek.



4 cabang Dualisme:

~Interaksionisme--> timbal balik antara badan dan jiwa, mental bisa menyebabkan peristiwa badani atau sebaliknya.

~Okkasionalisme--> memasukan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
                            --> Peristiwa mental dan fisik terjadi akibat campur tangan ilahi.

~Paralelisme--> sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejiwaan ada pada manusia.
                     --> jadi ada 2 peristiwa yang berjalan dalam diri manusia, yaitu mental dan fisik. Tetapi tidak menjadi sumber satu sama lain.

~Epifenomenalisme--> melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf.
                                --> satu-satunya unsur untuk menyelidiki jiwa adalah syaraf.

Tanggapan singkat:

*Pandangan Monisme bertentangan dengan hakekat manusia sesungguhnya.
~Plato berkata "Badan dan jiwa mempunyai sifat yang berbeda. Badan sementara tetapi jiwa abadi"

*Pandangan dualisme, khususnya paralelisme tentang tubuh dan jiwa adalah terpisah, sulit diterima.
~Manusia adalah mahluk rohani Dan jasmani.

Badan Manusia --> elemen dasar dalam membentuk pribadi manusia.
Pandangan Tradisional tentang badan manusia--> kumpulan organ yang membentuk mahluk.
*Badan harus dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel)

-Hakekat manusia bukan hanya terletak pada materialnya, tapi dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan (tertawa, menangis dll)

Jiwa manusia:
-Badan tidak ada apa-apanya tanpa jiwa
*dalam Pandangan tradisional, jiwa disamakan dengan mahluk halus.
*jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.

James P Pratt mengatakan ada 4 kemampuan dasar jiwa:
~menghasilkan kualitas penginderaan
~mampu menghasilkan makna dari penginderaan khusus
~mampu memberi tanggapan dari penginderaan
~memberi tanggapan daripada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan

Augustinus: manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya, karena dorongan dari jiwa. Jiwa mendorong manusia untuk melakukan hukum-hukum moral yang diketahui. Praktek moral menunjukan berfungsinya jiwa manusia. Kemampuan jiwa menunjukan bahwa kegiatan manusia bukan mekanistik.

Kesimpulan:
-Realitas manusiawi--> realitas prinsipal terbentuk dari 2 elemen, yaitu material dan spiritual.

Badan dan jiwa adalah satu kesatuan. Jiwa tidak bisa berfungsi baik tanpa badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.

Sekian yang saya pelajari hari ini tgl 25 September 2014. Terima kasih telah membaca :))

Source: Bahan pembelajaran Di kelas dan buku pembelajaran filsafat.

Tuesday, September 23, 2014

Pertemuan VI

Berikut adalah yang saya pelajari pada pertemuan Filsafat VI tgl 23 Sept 2014. Selamat membaca :)

Etika

Etika--> Ethos (Yunani)= kebiasaan

Beberapa pengertian etika:

-Sistem nilai dalam ajaran berbentuk nasihat, petuah dan perintah.
-Berbeda dengan moral, moral lebih ke pendorong tindakan.

*Sebagai cabang filsafat yang menekankan pendekatan kritis dalam melihat, menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma.

*Perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu.

*Etika adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas.
-Etika Hanna menghimbau orang bertindak berdasarkan moral, tetapi bukan moral yang memerintah tindakan.

2 macam etika:
 -Etika Deskriptif: berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola piker manusia.
 -Etika Normatif: yang berkaitan dengan norma-norma, membicarakan tentang apa yang seahrusnya dilakukan manusia.

Moral--> Mos/Moris (Latin) = tingkah laku atau perbuatan.

Arti moral secara umum:
-moral adalah Norma
-moral dibagi sebagai Moral Filosofis Dan Moral Teologis

Tujuan mempelajari Etika:
-untuk menyamakan presepsi tentang baik/Buruknya sesuatu.
-sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis

Etika Umun-->mempertanyakan prinsip-prinsip dasar yang berlaku bagi tindakan manusia.

Etika Khusus--> membahas dan menerapkan prinsip-prinsip dasar moral pada setiap bidang kehidupan manusia.
                     --> karena bersifat menerapkan, nama lainnya adalah etika terapan


Profesi
-pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus
-pekerjaan yang dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup
-pekerjaan yang menuntut pengembangan atau mempebaharui pengetahuan ataupun kemampuan.

Etika Profesi--> Etika sosial yang menyangkut hubungan antar manusia dalam profesinya.

Ciri-ciri etika profesi:
~adanya pengetahuan khusus
~adanya standar moral yang sangat tinggi
~mengabdi pada kepentingan masyarakat
~ada izin khusus dalam menjalankan suatu profesi
~menjadi anggota dalam suatu profesi

Prinsip-prinsip etika profesi:
~Tanggung jawab
~Keadilan
~Otonomi

Kode Etik-->Norma yang diterima suatu kelompok sebagai landasan berperilaku setiap hari.

Etiket -hanya hal-hal yang lahiriah atau yang keliatan
          -sifatnya relatif

Moral-Itu menyangkut dalam pikiran
          - sifatnya Mutlak

4 aliran dalam Etika:
 *Eudemonisme (Yunani-> eutdaimon= Roh/ semangat uang baik)
-memanusiakan manusia atau manusia berada di atas peraturan.

*Hedonisme (Yunani-> hedone= kenikmatan atau menyenangkan)
-mendewakan tubuh untuk mencari kenikmatan tubuh.

*Egoisme (Latin-> Ego= Aku)
-mementingkan diri sendiri

*Utilitarianisme (Latin-> uti, usus sum = Menggunakan atau Utilis= uang ber manfaat)
-Kesenangan adalah hal yang baik yang dapat diterima, tetapi penderitaan dan sakit adalah buruk. Jadi setiap hal yang berguna adalah hal yang baik.

Amoral--> tidak berhubungan dengan moral atau non-moral
Immoral-->tidak etis atau secara moral buruk

Filsafat Manusia

Jadi filsafat adalah:
~sebagai perenungan
~sebagai kritik
~sebagai ilmu yang mencari kebenaran

Filsafat Manusia--> mempertanyakan segala sesuatu tentang manusia
                          --> memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia
                          --> maka manusia mempertanyakan tentang dirinya dan perlahan memberi jawaban                                   kepada dirinya.
                          --> juga mempertanyakan eksistensi (ada dalam ruang dan waktu) buakn hanya soal                                   esensi (asal dari sesuatu)

Istilah yang terkait filsafat manusia:
Dulu: ~Psikologi Filosofi                       Sekarang: ~Filsafat Manusia
          ~Psikologi Rasional                                      ~Antropologi Filofis
 Istilah yang baru lebih tepat karena menunjukan keutuhan pembelajaran tentang manusia yang mencangkup tubuh, jiwa dan roh.

*Manusia --> mahluk yang mampu mempelajari arti dalam diri yang ada
                 --> bertanggung jawab atas dirinya sendiri
                 --> tidak perlu tahu segala hal, tetapi paling tidak harus mengetahui tentang diri sendiri

*Kita perlu mempelajari filsafat manusia karena pengetahuan tentang manusia masih belum lengkap.

Metode Filsafat Manusia:
~Refleksi (merenung/berbicara dengan diri sendiri)
~Analisa transendental (berpikir di luar itu bagaimana)
~Sintesa (memadukan pendapat)

Metode ini juga ekstensif, intensif dan kritis.

Objek Filsafat Manusia:

Objek Material: manusia
Objek Formal: esensi manusia,strukturnya yang fundamental
-Struktur fundamental bukan fisik melainkan yang mengatasi fisik (metafisik) yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir.

Pertanyaan tentang manusia datang dari:
~Kekaguman
~Ketakjuban
~Frustasi
~Delusi
~Pengalaman negatif

Sekian yang saya pelajari. Terima kasih telah membaca :))
             
                                                                  Source: Bahan pembelajaran di kelas dan buku                                                                                                         pembelajaran filsafat.












Sunday, September 21, 2014

Pertemuan V

Berikut adalah rangkuman yang saya pelajari pada hari ini tgl 22 Sept 2014 ;) Selamat membaca....

Silogisme-->Kesimpulan dari 2 premis menjadi keputusan baru.

Prinsip: Jika premis benas maka kesimpulan juga benar.

Silogisme Kategoris-->Premis dan kesimpulannya adalah putusan tanpa syarat.
                                -->Bila penalaran baik, Silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya.

*kita harus merumuskan kesimpulannya.
Ciri-ciri khas kesimpulan menggunakan kata :
~karena itu
~maka
~dari situ

*Setelah merumuskan kesimpulan, tentukan alasannya(menunjuk pada M/term menengah)

*Setelah S dan P sudah diketahui dalam simpulan, maka susunlah Silogis yang terdiri dari                 Simpulan(S_P), Premis Minor(S-M) dan Premis Mayor(P-M).


Silogisme Kategoris Tunggal--> mempunyai 2 premis, terdiri dari 3 term (S), (P), (M)
 Contoh Premis-premis tunggal:(Mayor) Semua Mahasiswa(M) harus belajar(P)
                                                    (Minor)Saya(S) adalah Mahasiswa(M)
                                                    (Kesimpulan)Jadi, Saya(S) harus belajar.(P)

*M jadi P dalam premis Mayor dan Minor:
Aturan: Salah satu premis harus negatif. Premis Mayor bersifat umum.
Contoh: (Mayor)Mahasiswa 2014 belajar filsafat. (P)  (M)
              (Minor)Superman tidak belajar filsafat.  (S)  (M)
              (Kesimpulan) Jadi, Superman bukan mahasiswa 2014.  (S)  (P)

*M menjadi S dalam premis Mayor dan Minor
Aturan: Premis minor harus berupa penegangan dan simpulannya bersifat partikular.
Contoh:(Mayor) Semua orang butuh tidur  (M)  (P)
             (Minor) Ada orang yang susah tidur  (M)  (S)
              (Kesimpulan)Jadi, semua orang yang susah tidur juga orang yang butuh tidur. (S)  (P)

*M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor.
Aturan: Premis minor harus berupa penegasan, sedangkan Simpulan bersifat partikular.
Contoh: (Mayor) Semua perempuan itu cantik  (P)  (M)
              (Minor) Hal yang cantik itu menarik laki-laki  (M)  (S)
              (Kesimpulan)Jadi, sebagian yang menarik laki-laki itu perempuan.(S) (P)

Silogis Kategoris Majemuk--> Bentuk yang premis-premisnya sangat lengkap dan lebih dari 3 premis

Jenis-jenisnya:

Epicherema: Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya memiliki alasan
Contoh: Semua mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang belajar filsafat, karena mengerti nilai                   dan moral.
              Mahasiswa Psikologi terkenal karena sopan dan solid.
              Mahasiswa Psikologi adalah mahasiswa baik.

Ethymema: Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit.
Contoh: Mahasiswa Psikologi sangat rajin. Jadi, tidak akan gagal. (versi singkat)
              (versi lengkap)Semua yang rajin tidak akan gagal.
                                      Mahasiswa Psikologi itu rajin.
                                      Maka, mahasiswa psikologi itu tidak akan gagal.

Polisilogisme: Dimana simpulan silogisme yangs satu menjadi premis untuk silogisme lainnya.
Contoh: Seseorang yang berhikmat dapat membagi waktunya.
              Saya adalah orang berhikmat.
              Jadi, saya dapat membagi waktu saya.

Sorites: Silogisme yang premisnya lebih dari 2. penghubungan putusan-putusan sehingga predikat                    dari putusan satu menjadi subjek putusan berikutnya.
Contoh: Orang yang sukses, banyak uangnya.
              Orang yang banyak uangnya, besar penghasilannya.
              Orang yang besar penghasilannya, banyak usahanya.
              Jadi, orang yang sukses banyak usahanya.

Aturan Silogisme: Kesimpulan harus lebih spesifik mengarah kepada penjelasan premis minor.


Kesesatan Pemikiran(Fallacia)

Fallacia--> Kesalahan pemikiran dalam logika, karena cara berpikir yang salah/sesat.

*Kesesatan Formal-->Melanggar rumus-rumus logika
                    Contoh: Semua anak anjing itu lucu.
                                  Semua peliharaan itu lucu.
                                  Jadi, semua peliharaan itu adalah anak anjing.
Contoh diatas adalah salah karena kedua premis diatas bersifat umum atau Universal.

*Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dalam bahasa.
~Penempatan kata depan yang keliru.
~Mengacau posisi subjek atau predikat
~Ungkapan yang keliru
~Amfiboli(sesat karena struktur kalimat bercabang)
~Kesesatan dalam aksen/prosodi(sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan)
~Kesesatan bentuk pembicaraan(sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi yang berlaku bagi yang lain)
~Kesesatan Aksiden(yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki)
~Kesesatan karena alasan yang salah(konklusi ditarik dari premis yang tidak terpercaya)

Kesesatan Presumsi:
~Generalisasi yang tergesa-gesa
~Non Sequitir (alasan yang belum tentu benar)
~Analogi palsu
~Penalaran melingkar (alasan yang dibolak-balik)
~Deduksi cacat (pengkhususan yang tidak benar)
~Pikiran simplitis (pengkategorian yang tidak relevan)

Menghindari persoalan:
~Argumentum ad hominem (generalisasi yang salah berdasarkan fakta yang tidak relevan)
~Argumentum ad populum (dibuktikan benar karena banyak yang percaya bahwa itu benar)
~Argumentum ad misericordiam (meminta belas kasihan ats kesalahan)
~Argumentum ad baculum (memaksa)
~Argumentum ad auctoritatem (meminjam kuasa orang yang lebih berkuasa)
~Argumentum ad ignorantiam (jika kita tidak tahu maka hal itu tidak ada)
~Argumen untuk keuntungan seseorang
~Non Causa Pro Causa --> akibat ditimbulkan dari pikiran sendiri

Kesesatan Retoris:
~Eufemisme/disfemisme
~Penjelasan retorik=telah digunakan(KBBI)
~Stereotipe=kesimpulan akan sesuatu berdasarkan "kata orang"
~Innuendo=menyindir secara halus
~Loading question= bertanya sambil menuduh seseorang
~weaseler=menyangkal
~Downplay=merendahkan
~Lelucon/sindiran
~Hiperbola=membesar-besarkan
~Pengandaian bukti
~Dilema semu= maju salah mundur salah, kanan salah kiri salah(seperti buah simalakama)

Sekian yang rangkuman untuk hari ini :)
                                                                        Source:Bahan pemebelajaran hari ini, buku                                                                                                            pembelajaran filsafat dan wikipedia.









Saturday, September 20, 2014

Pertemuan IV sore

 Berikut yang saya pelajari hari ini tgl 19 Sept 2014. Selamat membaca :)

Logika

LogikaàLogikos(Yunani)=sesuatu yang diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
àilmu pengetahuan dalam berpikir lurus. Membantu kita menyusun pemikiran agar berpikir lurus.

Manfaat belajar logika:
~Membantu dalam berpikir kritis, rasional dan metodis.
~Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak
~Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri
~Menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari  kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan

Zeno yang menggunakan istilah Logika pertama dengan Stoitismenya , tetapi Aristoteles lah yang menggunakan istilah ini dengan arti yang benar.

Macam-macam Logika:
~Logika Kodratià Saat akal budi  bekerja dan keputusan terjadi secara spontan.
~Logika IlmiahàBerusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti, agar tidak sesat dalam berpikir.

Logika Formal=Logika Minor
àApakah sesuai dengan bentuk –bentuk atau premis-premis nya
àTidak mempermasalahkan isinya tetapi hanya bentuknya
àPenyusunan pernyataan-pernyataan disitu yang harus diperhatikan
--> kalau susunan premis tidak dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan logis

Misalnya:
Semua laki-laki tampan.
Semua pemain sinetron tampan.
Jadi, semua pemain sinetron adalah laki-laki.
-Contoh diatas memiliki penalaran yang salah, penalaran juga tidak memiliki kebenaran bentuk.

-Susunan penalaran yang tepat diketahui berdasarkan konklusi yang ditarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya.

Misalnya:
Semua laki-laki itu kuat. (Semua M adalah P)
Semua tukang bangunan itu laki-laki. (Semua S adalah M)
Jadi, semua tukang bangunan itu laki-laki. (Jadi S adalah P)

-Susunan penalaran di atas tepat karena konklusi diturunkan secara logis dari titik pangkalnya.

*Penalaran dengan bentuk yang tepat disebut penalaran yang sahih (Valid)

Logika Material--> Logika Mayor
                         --> Membahas tentang kebenaran isi
                         --> Argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi jika pernyataan-pernyataan yang                                    membuat argumen tersebut sesuai dengan kenyataan.

Contoh: Semua perempuan itu cantik. (M-P)
              Gabby sangatlah cantik (S-M)
              Jadi, Gabby adalah perempuan. (S-M)
* Isi dari 3 pernyataan di atas mempunyai kebenaran isi (karena sesuai dengan kenyataan), tetapi menurut bentuknya pernyataan di atas tidaklah sahih (valid).

Logika Deduksi

Deduktif selalu diungkapkan dalam Silogisme.

Silogismeà argumentasi yang titik tolaknya ada pada premis-premis dan diambil kesimpulan

Deduktif yang tepat harus berisi premis-premis yang tepat
àJika premis-premis benar , kesimpulah harus benar
Deduktif dinilai benar atau salah berdasarkan Realita. Argumentasi juga dinilai secara sahi atau tidak sahi. Jadi Premis dianggap benar apabila sesuai dengan realita.

Ciri-ciri Silogisme:
~Semua pernyataan (proposisi) adalah proposisi kategoris
~Terdiri dari 2 premis dan sebuah kesimpulan
~2 premis dan 1 kesimpulan secara  bersama-sama memuat 3 term(kata) yang berbeda dan masing-masing term memiliki 2 kata

Critical Thinking
Berpikir Kritisàmerasionalisasi kehidupan manusia dan dengan hati-hati  mengamati proses berpikir untuk mengklarifikasi serta memperbaiki pemahaman tentang sesuatu.
Karakteristik: Rasional, Reasonable dan Reflektif
Berdasarkan alasan dan bukti-bukti bukan atas kemauan sendiri.

Ciri-ciri berpikir:
~Melibatkan Skepticism yang sehat dan konstruktif(membangun)
~Otonomiàtidak mudah dimanipulasi
àberpikir dengan pikiran sendiri, dibandingkan dengan diarahkan
~Kreatifàmenciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan ide-ide dan pengalaman
~Adilà tidak berpihak
~Dapat dipercaya dan dilakukan

5 Model berpikir Kritis yaitu “THINK
Total recall= mengingat mengapa dan bagaimana suatu fakta/ suatu kejadian .
àMengaitkan fakta dan pengalaman
Habit=Kebiasaan pendekatan karena sering diulang-ulag/ dilakukan.
àsesuatu yang dilakukan tanpa berpikir
Inquiry(pencarian informasi)
àmemeriksa isu-isu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata.
New ideas & creativity (ide-ide bari dan kreatifitas)
àmodel ini membuat seseorang berpikir melebihi sumber
Knowing how you think
 -->berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir

Logika Induktif
~Cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal/particular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu.
Induktif à selalu tidak lengkap
Persamaanà argumentasi keduanya terdiri dari premis-premis yang mendukung  kesimpulan.

Kesimpulan analogi induktif tidak bersifat universal tetapi bersifat khusus.

Klasifikasi dan Definisi
Klasifikasi=penggolongan
àpekerjaan untuk menganalisis, membagi-bagi, mengelompokan dan menyusun pengertian
àlandasan bagi ilmu pengetahuan manusia

Aturan:
~Klasifikasi harus lengkap(harus terperinci dan melingkupi keseluruhan)
~Klasifikasi harus sungguh-sungguh memisahkan(tidak ada tumpang tindih)
~Klasifikasi harus menurut dasar yang sama(tidak menggunakan banyak dasar sekaligus)
~Klasifikasi harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai

Kesulitan dalam Klasifikasi:
~Keseluruhan dan bagian-bagiannya
~Batas-batas golongan(dalam ilmu pengetahuan butuh batas yang jelas)
~Teknik “hitam putih”

DefinisiàPerumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat untuk menerangkan.

Jenis-jenis definisi:
~Definisi Nominal (menjelaskan sesuatu dengan kata yang lebih umum)                                                          *mengupas asal-usul kata(etimologi) dan Semiotika(Semion=tanda)
~Definisi Realàsifat khas atau hakikat(definisi logi) atau kumpulan sifat-sifat

Aturan Definisi:
~Definisi harus bisa dibolak-balik dengan hal yang didefinisikan(penjelasannya harus sesuai sehingga dapat mewakili sesuatu yang didefinisikan)
~Hal yang didefinisikan tidak boleh masuk ke dalam definisi
~Definisi tidak boleh negative
~Definisi harus sungguh-sungguh menjelaskan
~Definisi tidak boleh perumpamaan

Keputusanàperbuatan dalam mengakui atau memungkiri sesuatu atau hubungan.
                    àada yang Afirmatif dan Negatif

Tipe Keputusan:
~Keputusan Singular(Predikat mengakui/memungkiri Subyek atau Obyek yang ditunjukan)
~Keputusan Particular(Predikat hanya mengakui/memungkiri sebagian)

Pemikiran-Penalaran-Penyimpulan

~Bagaimana hal-hal yang kita ketahui saling berhubungan satu sama lain. Kejadian satu mempengaruhi hal yang lain.


Sekian yang saya pelajari, Terima kasih ;)
                                                                         Source: Bahan pembelajaran di kelas dan buku                                                                                                      pembelajaran filsafat

Friday, September 19, 2014

Pertemuan IV Pagi

Berikut rangkuman pelajaran pada pertemuan IV pagi tgl 19 Sept 2014. Selamat membaca ;)

Subyektivisme dan Obyektivisme

Subyektivisme
->pengetahuan yang didasari oleh pengetahuan individu
                        ->titik tolaknya adalah individu

Tokoh-tokoh pendukung: ~Aristoteles, Plato, Rene Descartes
                                          ~Kaum Solipsisme
                                          ~Kaum Realisme
                                          ~Kaum Idealisme
Ciri-ciri pendekatan:
*Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental khusus
*Pengalaman Subyek sebagai titik tolak pengetahuan dari indrawi
*Pengalman itu lansung dari Subyek, jadi tidak bisa disangkal

~Descartes
*Cogito Ergo Sum Cogitans(saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir)
*Dia bukan hanya berpikir tetapi juga melihat, mendengar dan merasakan(seluruh kegiatan sadar) masuk dalam berpikir.

~Realisme Epistemologis->kesadaran menghubungkan saya dengan”apa yang lain” dari diri saya.
~Idealisme Epistemologis->Setiap tindakan mengetahui berakhir dalam suatu ide, yang merupakan  suatu peristiwa subyektif murni.

Pengetahuan yang tidak lansung adalah pengetahuan yang bukan tentang diri sendiri tetapi pengetahuan yang lansung adalh pengetahuan tentang diri sendiri. Tetapi skeptisisme meragukan bahwa manusia dapat mengetahui sesuatu karena tidak ada bukti manusia dapat mengetahui tentang sesuatu.

DescartesàRasionalis. Rasio atau pikiran adalah sumber dan jaminan pengetahuan.
àmeragukan pengalaman inderawi dalam menjamin pengetahuan
àKebenaran bukan karena indera tetapi karena pikiran
àJadi semuanya berasal dari refleksi diri sendiri

Konsepnya adalah aku kenal diriku karena kesadaran dan pengenalan yang bukan aku.(mengenal diri sendiri karena menganal orang lain)

ObyektivismeàSetiap pengetahuan manusia dari yang sederhana sampai yang rumit mempunyai ciri lebih besar diluar diri manusia
àPresepsi muncul karena perantara indera yang menerima informasi.
àtolak ukur berada pada obyeknya.
àSegala sesuatu yang dipahami tidak tergantung pada orang yang memahaminya

#3 pandangan dasar Obyektivisme
~Kebenaran itu independen dan terlepas dari pandangan Subyek
~Kebenaran itu dating dari bukti faktual
~Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman indrawi

Obyek-obyek itu bersifat permanen, baik untuk dipersepsikan atau tidak. Kualitas obyek tidak dapat diubah karena presepsi seseorang.
Filsuf Skolastik mengatakan “indera kita tidak pernah salah”
Syarat untuk mempercayai kesaksian indera kita:
~Obyek harus sesuai dengan indera kita (obyek tidak merusak indera)
~Indera harus sehat dan berfungsi normal
~Karena obyek ditangkap melalui medium, maka medium itu harus ada(seperti warna dapat ditangkap melalui pantulan sinar)

Obyek khusus= data yang ditangkap hanya oleh datu indera.

Obyek umum= data yang ditangkap lebih dari satu indera.

Konfirmasi,Inferensi & Konstruksi Teori

Confirmation(English)=penegasan
--> memperkuat hubungan filsafat ilmu untuk memperkuat apa yang didapat dari fakta.

Konfirmasi Kulitatif--> untuk menunjukan kebenaran
Konfirmasi Kuantitatif-->untuk memastikan kebenaran ilmu melalui sampel yang dikumpulkan sebanyak mungkindan di generalisasi.

Konfirmasi--> mencari hubungan normatif antara Hipotesis(kesimpulan sementara) dengan Fakta-fakta (evidensi).

3 jenis konfirmasi:
~Decision Theory: kepastian dari dasar hipothesis dan fakta memiliki manfaat aktual
~Estimation Theory: kepastian dengan memberi peluang benar/salah melalui konsep probabilitas
~Reliability Theory: menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas

Inferensi= penyimpulan
-->proses membuat kesimpulan
-->proses pengambilan konklusi dari satu atau lebih proposisi(keputusan
-->bertolak dari pengetahuan yang ada menjadi pengetahuan yang baru
-->bisa mengakui atau memungkiri pengetahuan yang ada

Pengambilan inferensi bisa deduktif atau induktif
Inferensi deduktif-->lansung (konklusi dari 1 pernyataan/premis)
                             -->tidak lansung(silogistik/menggunakan 2 premis)

Konklusi tidak boleh lebih besar dari premisnya atau lebih umum dari premis-premisnya.

Predikat konklusi-->term mayor
Subyek konklusi-->term minor
Premis+term mayor=Premis Mayor               Premis+term minor=Premis Minor

Hukum Inferensi
~Kalau premis-premisnya benar, kesimpulannya benar
~Kalau premis-premisnya salah maka kesimpulannya salah/ kebetulan benar
~Bila kesimpulan salah maka premis-premisnya salah
~Bila kesimpulan benar maka premis-premisnya dapat benar/ dapat juga salah

Konstruksi Theory
 Teori=model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu
-->dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut proses ilmiah

2 Kutub Teorià Teori sebagai hukum eksperimental
à Teori sebagai hukum yang berkualitas normal, seperti teori relativitasnya Einstein

Teori Relativitas khusus disandarkanpada Postulat(yang menjadi pangkal dalil tanpa perlu dibuktikan)

Perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode:
~Animisme: Saat orang percaya Mitos
~Ilmu Empiris: Tolak ukurnya pada pengalaman, klasifikasi(mengubah data), penemuan hubungan dan perkiraan kebenaran.
~Ilmu Teoritis: Gejala yang ditemukan dikembangkan dalam pikiran

Dibangun dengan: Abstraksi Generalisasi dan Deduksi Probabilistik

3 Model Konstruksi Teori:
~Model Korespondensià sesuai dengan fakta
~Model Koherensiàsesuai dengan nilai/moral tertentu
~Model Paradigmatisàkonsep kebenaran ditata dalam pola hubungan beragam, menyederhanakan yang kompleks.

Aliran dalam Konstruksi Teori:
Reduksionismeàpernyataan abstrak(tidak dapat diamati/ diuji secara lansung)
Instrumentalisme-->Teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi
Realisme--> Teori dianggap benar bila real atau secara substansi ada.


Sekian yang saya pelajari hari ini :)
Terima kasih telah membaca.


                                                                   Source: Bahan pembelajaran di kelas dan buku                                                                                                      pembelajaran Filsafat
























Thursday, September 18, 2014

Debat Tentang Pilkada Lansung dan Pergaulan Bebas

Debat Tanggal 18 Sept 2014

Saat debat tadi saya berada pada posisi Kontra. Saya merasa menurut metode rasionalisme, pemilihan secara tidak lansung dapat membantu mengurangi anggaran sehingga dapat digunakan untuk hal yang lebih penting. Juga dapat mempersingkat waktu pemilihan, serta dapat menghindari efek rusuh yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya.















Saat debat soal pergaulan bebas saya menjadi pihak Pro yang mendukung pergaulan bebas. Menurut saya tadi, pergaulan bebas boleh saja dilakukan, tetapi ingat ada sebab ada akibat. Boleh saja orang melakukan pergaulan bebas, tetapi mereka harus siap pada resikonya. Kalau bisa jangan merugikan orang lain dalam pilihan yang kita buat.







Pertemuan III

Berikut adalah rangkuman sari yang saya pelajari di kelas tgl 18 Sept 2014. Selamat membaca :)

Epistemologi

Epistemologi--> episteme(pengetahuan) + logos(ilmu)
Filsafat berkaitan dengan sifat, karakter, dan jenis pengetahuan.

Epsitemologi-> bagaimana kebenaran, bagaimana sampai kepada kebenaran.

Pengetahuan adalah dari akal dan panca indera.

Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan:
~Metode empirisme (dimana kita memperoleh pengetahuan melalui pengalaman)
~Metode Rasionalisme (memperoleh pengetahuan berdasarkan akal budi)
~Metode Fenomenalisme (memperoleh pengetahuan dari gejala-gejala pada pengalaman)
~Metode Intuisionisme (memperoleh pengetahuan menggunakan intuisi)

Secara Kritis->mempertanyakan/menguji cara kerja, pendekatan, bagaimana menyimpulkan dan mempertanggungjawabkan.
Secara Normatif-> tolak ukurnya berdasarkan apa.
Secara evaluatif->Menilai apakah suatu pendapat dapat di pertangungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.

Dasar sumber pengetahuan adalah pengalaman, memory, penegasan observasi dan minat/ rasa ingin tahu.

Struktur Ilmu Pengetahuan
~Kesadaran sebagai subjek (S)-> berperan sebagai yang mengetahui atau menyadari
~Objek(O) berperan sebagai yang disadari atau diketahui
~hubungan antara (S) dan (O) yang menjadi pengetahuan.

(S) pengamat pemikir    <====>   (O) sesuatu yang menampilkan karakteristik
                                            V
                                     Pengetahuan

Teori Kebenaran:
~Korespondensi-> Subjek yakin kalau Objek sesuai kebenaran
~Koherensi-> Kesesuaian pendapat dari beberapa Subjek tentang Objek
~Pragmatik->Kebenaran terjadi karena sesuatu memiliki kegunaan
~Konsensus-> Ada kesepakatan yang disertai alasan tertentu
~Semantik->Terjadi jika mengetahui tepat tentang arti kata


Kebenaran

"Meskipun kebenaran itu mahal harganya, saya akan tetap menegakkannya." ungkapan yang biasa kita dengar inilah yang menyatakan bahwa kebenaran itu sangatlah penting.

Setiap pernyataan kita memberikan nilai benar/salah. Pernyataan bisa dibilang benar karena faktanya, juga dinilai benar/salah melalui sistemnya juga.

Sebaliknya Konsep hanya bisa dinilai jelas atau tidak, presepsi juga. Orangnya yang mempresepsi yang bisa di salah/benar kan.

Kebenaran terkait dengan kesesuaian akan kenyataan. Kenyataan menjadi suatu ukuran penentuan penilaian. - Aletheia

Plato-> Jika kita tidak memahami sesuatu, kita tidak dapat mengerti. Saat kita mengerti, barulah kita tahu kebenaran.

Aristoteles-> lebih menegaskan kualitas dari pernyataan. Kebenaran bukan tergantung pada obyek tetapi pada subyek. Kebenaran adalah kesesuaian antara Subyek dan Obyek.

Positivisme Logis--> faktual (dapat diamati oleh indrawi) sifatnya tidak mutlak.
                             --> nalar (tautologis, pengulangan gagasan dan tidak menambahkan pengetahuan)                                      sifatnya mutlak dan tidak niscaya

Thomas Aquinas
~Ontologis(veritas ontologica) jika ada kemungkinan untuk diketahui maka itu adalah kebenaran.
~Logis(veritas logic) selama ada kesesuaian antara akal dan fakta maka itu adalah kebenaran.

Kedudukan kebenaran
~Platonis->Objek yang mengetahui        ~Aristotelian->Subyek yang mengetahui

Kaum Eksistensial--> Kebenaran adalah apa yang secara pribadi berharga bagi Subjek
Kebenaran Ilmiah--> bersifat eksternal, kebenaran didapat dari metode ilmiah

Kebenaran adalah relasi antara subyek yang mengetahui dan obyek yang diketahui

Kebenaran sebagai tersingkapnya kenyataan sebagaimana adanya.

Kesahihan (valid) dan Kekeliruan

Kekeliruan--> menerima benar apa yang salah atau menyalahkan apa yang benar.
                   --> tindakan kognitif subjek, kesalahan adalah hasil dari tindakan keliru
                   --> akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti atau menganggap buti tidak cukup
                   --> gegabah, maka terjadi kekeliruan

Faktor-faktor:
~sikap terburu-buru
~sikap takut salah yang keterlaluan / terlalu gegabah dalam melangkah
~kerancuan karena emosi atau frustasi
~prasangka yang bias-bias
~keliru dalam penalaran atau tidak mengetahui aturan logika

Sekian rangkuman dari saya....

                                                                                      Source:Bahan pelajaran di kelas dan Buku                                                                                                            Pembelajaran Filsafat