Saturday, September 20, 2014

Pertemuan IV sore

 Berikut yang saya pelajari hari ini tgl 19 Sept 2014. Selamat membaca :)

Logika

LogikaàLogikos(Yunani)=sesuatu yang diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
àilmu pengetahuan dalam berpikir lurus. Membantu kita menyusun pemikiran agar berpikir lurus.

Manfaat belajar logika:
~Membantu dalam berpikir kritis, rasional dan metodis.
~Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak
~Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri
~Menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari  kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan

Zeno yang menggunakan istilah Logika pertama dengan Stoitismenya , tetapi Aristoteles lah yang menggunakan istilah ini dengan arti yang benar.

Macam-macam Logika:
~Logika Kodratià Saat akal budi  bekerja dan keputusan terjadi secara spontan.
~Logika IlmiahàBerusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti, agar tidak sesat dalam berpikir.

Logika Formal=Logika Minor
àApakah sesuai dengan bentuk –bentuk atau premis-premis nya
àTidak mempermasalahkan isinya tetapi hanya bentuknya
àPenyusunan pernyataan-pernyataan disitu yang harus diperhatikan
--> kalau susunan premis tidak dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan logis

Misalnya:
Semua laki-laki tampan.
Semua pemain sinetron tampan.
Jadi, semua pemain sinetron adalah laki-laki.
-Contoh diatas memiliki penalaran yang salah, penalaran juga tidak memiliki kebenaran bentuk.

-Susunan penalaran yang tepat diketahui berdasarkan konklusi yang ditarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya.

Misalnya:
Semua laki-laki itu kuat. (Semua M adalah P)
Semua tukang bangunan itu laki-laki. (Semua S adalah M)
Jadi, semua tukang bangunan itu laki-laki. (Jadi S adalah P)

-Susunan penalaran di atas tepat karena konklusi diturunkan secara logis dari titik pangkalnya.

*Penalaran dengan bentuk yang tepat disebut penalaran yang sahih (Valid)

Logika Material--> Logika Mayor
                         --> Membahas tentang kebenaran isi
                         --> Argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi jika pernyataan-pernyataan yang                                    membuat argumen tersebut sesuai dengan kenyataan.

Contoh: Semua perempuan itu cantik. (M-P)
              Gabby sangatlah cantik (S-M)
              Jadi, Gabby adalah perempuan. (S-M)
* Isi dari 3 pernyataan di atas mempunyai kebenaran isi (karena sesuai dengan kenyataan), tetapi menurut bentuknya pernyataan di atas tidaklah sahih (valid).

Logika Deduksi

Deduktif selalu diungkapkan dalam Silogisme.

Silogismeà argumentasi yang titik tolaknya ada pada premis-premis dan diambil kesimpulan

Deduktif yang tepat harus berisi premis-premis yang tepat
àJika premis-premis benar , kesimpulah harus benar
Deduktif dinilai benar atau salah berdasarkan Realita. Argumentasi juga dinilai secara sahi atau tidak sahi. Jadi Premis dianggap benar apabila sesuai dengan realita.

Ciri-ciri Silogisme:
~Semua pernyataan (proposisi) adalah proposisi kategoris
~Terdiri dari 2 premis dan sebuah kesimpulan
~2 premis dan 1 kesimpulan secara  bersama-sama memuat 3 term(kata) yang berbeda dan masing-masing term memiliki 2 kata

Critical Thinking
Berpikir Kritisàmerasionalisasi kehidupan manusia dan dengan hati-hati  mengamati proses berpikir untuk mengklarifikasi serta memperbaiki pemahaman tentang sesuatu.
Karakteristik: Rasional, Reasonable dan Reflektif
Berdasarkan alasan dan bukti-bukti bukan atas kemauan sendiri.

Ciri-ciri berpikir:
~Melibatkan Skepticism yang sehat dan konstruktif(membangun)
~Otonomiàtidak mudah dimanipulasi
àberpikir dengan pikiran sendiri, dibandingkan dengan diarahkan
~Kreatifàmenciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan ide-ide dan pengalaman
~Adilà tidak berpihak
~Dapat dipercaya dan dilakukan

5 Model berpikir Kritis yaitu “THINK
Total recall= mengingat mengapa dan bagaimana suatu fakta/ suatu kejadian .
àMengaitkan fakta dan pengalaman
Habit=Kebiasaan pendekatan karena sering diulang-ulag/ dilakukan.
àsesuatu yang dilakukan tanpa berpikir
Inquiry(pencarian informasi)
àmemeriksa isu-isu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata.
New ideas & creativity (ide-ide bari dan kreatifitas)
àmodel ini membuat seseorang berpikir melebihi sumber
Knowing how you think
 -->berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir

Logika Induktif
~Cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal/particular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu.
Induktif à selalu tidak lengkap
Persamaanà argumentasi keduanya terdiri dari premis-premis yang mendukung  kesimpulan.

Kesimpulan analogi induktif tidak bersifat universal tetapi bersifat khusus.

Klasifikasi dan Definisi
Klasifikasi=penggolongan
àpekerjaan untuk menganalisis, membagi-bagi, mengelompokan dan menyusun pengertian
àlandasan bagi ilmu pengetahuan manusia

Aturan:
~Klasifikasi harus lengkap(harus terperinci dan melingkupi keseluruhan)
~Klasifikasi harus sungguh-sungguh memisahkan(tidak ada tumpang tindih)
~Klasifikasi harus menurut dasar yang sama(tidak menggunakan banyak dasar sekaligus)
~Klasifikasi harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai

Kesulitan dalam Klasifikasi:
~Keseluruhan dan bagian-bagiannya
~Batas-batas golongan(dalam ilmu pengetahuan butuh batas yang jelas)
~Teknik “hitam putih”

DefinisiàPerumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat untuk menerangkan.

Jenis-jenis definisi:
~Definisi Nominal (menjelaskan sesuatu dengan kata yang lebih umum)                                                          *mengupas asal-usul kata(etimologi) dan Semiotika(Semion=tanda)
~Definisi Realàsifat khas atau hakikat(definisi logi) atau kumpulan sifat-sifat

Aturan Definisi:
~Definisi harus bisa dibolak-balik dengan hal yang didefinisikan(penjelasannya harus sesuai sehingga dapat mewakili sesuatu yang didefinisikan)
~Hal yang didefinisikan tidak boleh masuk ke dalam definisi
~Definisi tidak boleh negative
~Definisi harus sungguh-sungguh menjelaskan
~Definisi tidak boleh perumpamaan

Keputusanàperbuatan dalam mengakui atau memungkiri sesuatu atau hubungan.
                    àada yang Afirmatif dan Negatif

Tipe Keputusan:
~Keputusan Singular(Predikat mengakui/memungkiri Subyek atau Obyek yang ditunjukan)
~Keputusan Particular(Predikat hanya mengakui/memungkiri sebagian)

Pemikiran-Penalaran-Penyimpulan

~Bagaimana hal-hal yang kita ketahui saling berhubungan satu sama lain. Kejadian satu mempengaruhi hal yang lain.


Sekian yang saya pelajari, Terima kasih ;)
                                                                         Source: Bahan pembelajaran di kelas dan buku                                                                                                      pembelajaran filsafat

1 comment: